Usai sudah agenda imtihan semester ganjil tahun ajaran 1434-1435 H. pondok pesantren al-Luqmaniyyah Yogyakarta. agenda yang  dimulai jum’at, 27 desember 2013 hingga rabu, 01 januari 2014 (24 – 29 Shafar 1435 H) dan diikuti oleh kurang lebih 338 santri mulai dari kelas paling dasar atau jurumiyyah hingga kelas tertinggi yakni kelas takhtim.

Sebagai salah satu komponen penting dalam proses penyelenggaraan pendidikan, imtihan atau Evaluasi dibutuhkan untuk mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan pengajaran dalam sebuah lembaga pendidikan dalam kurun waktu tertentu. Melalui proses penilaian dan pengukuran tersebut akan diperoleh informasi sejauh mana kemajuan hasil belajar para santri, apa saja kesulitan belajar yang mereka alami serta bagaimana memberikan umpan balik atau perbaikan proses pembelajaran berikutnya.

Berikut ini penuturan Ustadz Anas Fahrudin, S.Pd.I selaku anggota Dewan Pendidikan PPLQ “Agenda imtihan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memonitori kemampuan santri dalam memahami kitab yang telah diajarkan, selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan minat belajar dan antusiasme para santri dalam memahami ilmu agama.”

Beliau juga menambahkan bahwa agenda imtihan kali ini bisa berjalan dengan lancar karena dibarengi do’a dan kerja keras para ustadz yang telah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Namun meskipun demikian bukan berarti tanpa adanya kendala, kendala yang terjadi pada agenda semester ganjil kali ini adalah jumlah santri yang semakin bertambah, sehingga ruangan tidak mencukupi jika imtihan dilakukan secara serentak. Akhirnya panitia imtihanpun mengambil kebijakan untuk membagi peserta imtihan menjadi 2 kelompok yang mana jadwal pelajaran yang diujikan bergantian. Selain itu dalam hal waktu pun terjadi perubahan, sehingga yang biasanya dilaksanakan selama 3 hari menjadi 5 hari.

Adapun untuk harapan kedepannya beliau berharap agenda imtihan tidak dianggap sebagai sebuah formalitas melainkan sebuah agenda rutin guna meningkatkan pembelajaran. “Harapan kami semoga pembelajaran di pondok Al Luqmaniyyah ini semakin meningkat, dan yang perlu diperhatikan bagi semua santri bahwa imtihan itu bukan hanya kegiatan formalitas saja.” tambah Ustadz Anas Fahrudin.

Semoga perbaikan demi perbaikan dapat dilakukan dalam pembelajaran di PPLQ, dan semua itu tidak akan terwujud tanpa adanya partisipasi dan kerjasama para santri.

Tinggalkan Balasan