Akhiri Tahun Pelajaran, Luqmaniyyah Adakan Tasyakuran Khotmil Kutub

341

Pondok pesantren memang mempunyai peran yang sangat vital sejak zaman penjajahan. Tanpa adanya pesantren 6 benteng Islam, Indonesia sudah hancur sejak zaman Belanda. Hal tersebut disampaikan KH. Chudlori Abdul Aziz saat memberikan ceramah Tasyakuran Khotmil Kutub Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah (PPLQ) Yogyakarta, Sabtu (9/5) malam.

KH. Chudlori Abdul Aziz yang merupakan ayahanda pengasuh PPLQ, Nyai Hj. Siti Chamnah Najib menyampaikan bahwa meskipun dijajah, Indonesia dan pesantren tetap bisa tumbuh.

“Harapannya santri sebagai kader pesantren yang Insyaallah kader ulama bisa menjaga dan meneruskan apa yang diperjuangkan pendahulunya,” ungkap beliau.

Selain itu, pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Ngrukem Bantul tersebut juga mengingatkan bahwa ketika seorang santri berkhidmah di pesantren, jangan diniatkan untuk perseorangan yang ada di pesantren, tetapi harus diniatkan untuk pesantren itu sendiri.

Sebelumnya, Ustadz Abbas mewakili Dewan Pendidikan dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya telah bisa mengkhatamkan sebagian besar kitab yang dikaji pada tahun pelajaran ini. Dikatakan sebagian besar karena untuk kitab kajian kelas Takhtim memang belum khatam. Begitu juga kitab kajian kelas Alfiyyah 1 yang masih perlu dilanjutkan di kelas Alfiyyah 2 nantinya.

Acara Tasyakuran Khotmil Kutub dilaksanakan mulai pukul 21.00 wib hingga 23.00 wib di masjid dan halaman kelas PPLQ. Seluruh santri antusias mengikuti acara tersebut hingga selesai. (Romd)[] [/]

1 KOMENTAR

  1. sip.. lanjutkan.
    tp ada sdikit koreksi kang, niku mbah chudori sanes pengasuh pp. an nur, tp insya allah al- anwar kang.. puntene

Tinggalkan Balasan