Saatnya Santri Membangun Negeri

25

Oleh : Ani Nafisa

 

Nusantara dan segala sumber daya alam yang melimpah menjadi incaran yang menggiurkan bagi bangsa Eropa untuk menjajah negeri ini. Penjajahan merupakan suatu hal yang lumrah terjadi pada waktu itu ketika kelompok manusia yang satu dengan yang lain saling berebut kekuasaan tanpa mengenal HAM. Peradaban Indonesia yang terbilang belum semaju dengan peradaban barat kala itu menjadikan Indonesia begitu lama terjajah. Beratus-ratus tahun pribumi diinjak-injak dan disiksa tanpa secuilpun rasa belas kasihan. Tak ada kesempatan bagi prubumi untuk menikmati hasil bumi sendiri.

Indonesia tanpa penjajahan mungkin telah menjadi negeri kaya karena limpahan sumber daya alamnya. Namun tanpa penjajahan, Indonesia bisa jadi tidak akan benar-benar menjadi sebuah negara seperti sekarang ini. Negeri dengan beribu pulau dan berbagai ragam budaya, agama, ras, bahasa yang bersatu menjadi satu kesatuan. Tanpa adanya persatuan untuk melawan penjajah, negeri ini mungkin akan terpecah menjadi beberapa kerajaan yang berdaulat sendiri-sendiri. Nama Indonesia barangkali tidak akan pernah ada.

Selain itu penjajahan juga mengajarkan kepada generasi bangsa untuk menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Sudah tak terhitung berapa banyaknya nyawa yang melayang ditikam senjata. Entah berapa liter darah yang tumpah di atas tanah. Masih pantaskah bagi kita sebagai penikmat kemerdekaan yang tak merasakan beratnya perjuangan hanya berpangku tangan?

Jika berkonstribusi secara langsung untuk membangun Indonesia menjadi negara yang lebih maju belum dapat kita lakukan. Setidaknya kita dapat menghargai jasa para pahlawan dengan cara yang lain. Sebuah cara yang begitu mudah dan ringan dilakukan. Cara tersebut adalah dengan mendo’akan segala perjuangan yang telah para pahlawan lakukan dapat menjadi amal yang memberatkan timbangan kebaikan.

Selain itu hal yang bisa dilakukan oleh santri saat ini adalah dengan belajar dan terus belajar. Meski hasil dari belajar tidak dapat dilihat secara langsung saat ini sebagai suatu hal yang dapat memajukan bangsa. Namun untuk menciptakan bangsa yang maju, Indonesia butuh pemuda-pemudi yang cerdas-cerdas. Tidak hanya cerdas dalam bidang ilmu pengetahuan umum saja, generasi bangsa yang bermoral tinggi juga sangat dibutuhkan. Santri yang mau belajar ilmu agama dan pengetahuan umum merupakan paket lengkap generasi bangsa yang dibutuhkan untuk membangun negeri ini.

Tinggalkan Balasan