Sudahkah Merdeka?

17

Oleh : May mahrumi

Proklamasi yang digaungkan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi tonggak sejarah lahirnya Negara Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia akhirnya dapat merasakan indahnya kemerdekaan yang sudah diperjuangkan. Terbebas dari belenggu penjajah yang telah beratus-ratus tahun memperbudak rakyat Indonesia merupakan salah satu harapan seluruh rakyat Indonesia kala itu.

Kemerdekaan ini menjadi tanda bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berdaulat, bangsa yang terbebas dari segala belenggu penjajahan. Merdeka juga menjadikan Indonesia bebas mengatur nasib bangsanya sendiri serta bebas mempertahankan diri. Tak sedikit para pejuang  menumpahkan darah mengorbankan nyawa, mengobarkan semangat jiwa kemerdekaan demi  melepaskan diri dari cengkraman para penjajah bumi pertiwi.

Perjuangan zaman dulu dan sekarang sudah tidak sama lagi, kemerdekaan ini hanyalah sebuah jembatan untuk berpindah dari belenggu kolonialisme ke arah merdeka yang sepenuhnya.  Seperti  yang dikatakan Ir. Soekarno “merdeka hanyalah suatu jembatan, walau jembatan emas di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu kedunia sama rasa sama rata, satu kedunia sama ratap sama tangis”.

Sebagai pemuda penerus  bangsa, kita mempunyai peran penting bagi negara.  Mempertahankan dan menjaga kestabilan NKRI tercinta merupakan tugas kita. Mau di kemanakan negara ini adalah kendali kita. Karena  kemudi negara dipegang oleh pemuda dan seluruh rakyat  bangsa, akan dibawa ke mana negara ini sesuai kehendak para penerusnya.

Indonesia mungkin sudah merdek, namun dibalik itu semua masih ada penjajahan yang tak terasa. Dikendalikan oleh teknolongi dan kebudayaan luar adalah salah satunya.  Pendidikan moral bahkan sangat langka, mengaku sebagai putra putri bangsa akan tetapi lebih mencintai budaya luar yang tentunya  bukan milik Indonesia. Bukan hanya itu, para pejabat yang diamanahi menjaga bangsa ini, nyatanya mengambil hak rakyat dengan melakukan korupsi. Keadilan hukum hanya berlaku pada orang kecil yang bersalah sedangkan orang kaya masih berkuasa atas segalanya.

Itukah yang dinamakan merdeka? Apakah keinginan para pejuang membangun Indonesia yang sama rasa sama rata sudah terwujud, apa mungkin Indonesia kita tercinta menuju ke dunia sama ratap sama tangis?

 

Tinggalkan Balasan